Undang - Undang ITE Indonesia ( Informasi dan Transaksi Elektronik)

Senin, 05 Mei 2014

Horror that’s my favorite genre movie



Bagi kebanyakan orang menonton film bergenre horror bagaikan melihat sesuatu yang harusnya tidak untuk dilihat, karena dampaknya akan terbawa sampai menjelang tidur dan terbawa dalam mimpi. Tapi tidak bagi saya, menonton film horror meciptakan keasikan tersendiri bagi saya karena ketika menonoton film bergenre horror secara tidak sadar saya dapat meluapkan seluruh emosi yang tidak bisa saya keluarkan sebelumnya. Kita dibawa dalam situasi yang menegangkan dan selalu dibuat penasaran dengan alur ceritanya dan menerka-nerka apa yang akan terjadi pada akhir cerita, masih hidupkah ataukah sudah mati?.

Film horror yang pertama kali saya tonton adalah ju-on dan the ring. Film ju-on
adalah film yang diadaptasi dari jepang yang awal mulanya mengisahkan tentang seorang suami (taeko) yang cemburu kepada sang istri (kayako) karena istrinya menyukai guru kobayashi di mana tempat anaknya belajar. Suaminya mengetahui kalau sang istri suka sama guru kobayashi karena dia membaca buku harian sang istri. Karena kecemburuannya sang suami pun menjadi brutal dan membunuh anak (toshio) dan istrinya serta hewan peliharaan anaknya juga ikut dibunuh secara sadis, lalu jasad sang istri dibiarkan saja di simpan di loteng rumahnya. Roh kayako pun menjadi arwah penasaran yang ingin menuntun balas dendam dan akan menghantui setiap orang yang berkunjung kerumahnya dan bahkan membunuh orang itu.


lalu the ring banyak orang bilang film the ring di angkat dari kisah nyata, yang mengisahkan tentang hantu legendaris jepang yang bernama sadako. Arwah hantu ini seringkali menampakan dirinya melalui sumur tua. Berawal dari dua orang anak sekolah menengah yang menonton sebuah video dan setelah menonton video itu ke esokan harinya seorang anak bernama tomoko meninggal dan membuat semua orang penasaran dengan kematiannya yang secara tiba-tiba. Rasa penasaran bibinya yang akhirnya membawa dia untuk menyelidiki tentang kematian tomoko apa sebenarnya yang terjadi? Lalu bibinya pun pergi ke sebuah tempat dan menemukan sebuah legenda yang mengatakan tentang video terkutuk yang akan membunuh orang itu setelah menonton video itu.



Kota Makassar dan kulinernya yang khas


Saya mau mencoba menuliskan tentang kuliner di kota Makassar, karena saya pernah tinggal di kota yang di juluki dengan kota “Angin Mamiri ” selama 12 tahun dari SD sampai saya tamat SMA. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk mengambil kuliah di Bandung dan jauh dari orang tua. Tapi sebenarnya saya adalah asli orang Magelang (Jawa Tengah) namun karena pekerjaan orang tua sebagai BUMN yang diharuskan untuk berpindah-pindah tempat kerja dari satu kota ke kota lain nya, yang pada akhirnya orang tua ditugaskan untuk bekerja di Makassar dan menetap disana. Ibuku bilang waktu umurku 2 tahun akunjuga pernah tinggal di Manokwari (Papua), karena umurku  yang masih sangat kecil aku tidak ingat seperti apa kota Manokwari itu.

Ya sudahlah kita kembali ke topik utama yaitu tentang kuliner khas di Makassar. Masih terbayang dalam benak ku tentang makanan yang satu ini nih namanya KAPURUNG.

Kapurung
Ada yang tau ngga apa itu kapurung? Pasti penasaran kan, apa sih itu kapurung? Dari namanya aja udah terdengar aneh, gimana dengan rasa dan bentuknya?. Oke saya akan jelaskan tentang makanan ini sebenernya KAPURUNG itu berasal dari Luwu kota Palopo, kapurung terbuat dari sagu dan dimasak membentuk jadi bola-bola kecil dengan menggunakan sumpit kecil atau tusuk sate, lalu di masukkan ke kuah sayuran (bayam, jantung pisang, da kangkung) dan di tambah dengan ikan bolu atau ikan banyar. Bagi sebagian orang yang melihat makanan ini akan merasa enggan untuk memakannya karena teksturnya yang kenyal dan agak lengket tapi dijamin enak deh kalau udah nyobain ^o^. Rumah makan yang paling terkenal dengan KAPURUNG nya adalah “AROMA LUWU “ rumah makan ini dapat ditemukan di Jln. Cendrawasih. Bukan hanya kapurung saja yang terkenal karena bentuk dan rasanya yang khas, masih banyak kuliner khas Makassar yang menyajikan cita rasa yang tidak kalah enaknya dengan kapurung seperti

Sop Konro berasal dari Bugis dan Makassar sop ini dibuat dari iga sapi atau daging sapi, kuahnya berwarna coklat kehitaman warna hitamnya berasal dari buah kluwek.






Coto Makassar juga merupakan makanan khas Sulawesi, ini sejenis sop yang dibuat dari jeroan dan daging sapi  lalu dipotong menjadi dadu kecil dan dibumbui dengan rempah-rempah dan disajikan dalam mangok kecil bersama dengan ketupat atau burasa (lontong bersantan).


Pallu Basa tidak jauh berbeda dengan coto Makassar, pallubasa juga terbuat darijeroan dan daging sapi atau kerbau lalu direbus selama beberapa jam, setelah matang ditambahkan dengan irisan daging dan disajikan dalam mangkok bersama dengan nasi putih yang hangat.


Sop saudara hmmm aku juga tidak tau asal mula kenapa dinamakan dengan sop saudara mungkin karena yang buat nya bersaudara kali ya hehehe… ini adalah salah satu makanan yang aku rekomendasikan loh ^^. Sop saudara sejenis hidangan yang berkuah yang terbuat dari daging sapi, bihun, perkedel kentang, dan telur rebus lalu disajikan
bersama dengan nasi putih atau ikan bolu.

Mie Titi ini nih makanan khas Makassar yang paling aku suka selain sop saudara. Bentuk mie nya yang kering dan kriuk-kriuk serta kuahnya yang khas yang bikin kita ketagihan terus kalau udah mencobanya. Mie titi terbuat dari mie kering dan dicampur dengan bahan-bahan seperti daging ayam, bakso, hati ayam, sayur, telur dan bumbu rempah-rempah.

Pallu Mara terbuat dari bahan dasar ikan yang dimasak menjadi kuah kuning serta bumbu rempah-rempah dan keluwak untuk membuat kuah nya terasa kental.    






Oke sampai disini dulu ya ceritanya sampai ketemu dilain waktu ^_^ thanks udah mau baca dan mampir ke blog aku 
(Annyeong Chingudeul hehe)